“Ngopi
bareng Tuhan” bukan berarti Tuhan duduk di hadapan kita seperti seorang sahabat
yang bisa kita lihat. Ia adalah cara manusia menemukan Tuhan dalam
keheningan—ketika segala topeng dilepas dan tidak ada lagi yang perlu
disembunyikan.
Kepada Tuhan, kita tidak perlu terlihat kuat.
Kita boleh datang dengan segala kekurangan. Dengan
pertanyaan yang belum selesai. Dengan dosa yang ingin kita tinggalkan. Dengan
cita-cita yang masih kita titipkan. Bahkan dengan air mata yang tak sanggup
diterjemahkan menjadi kata-kata.
Sebab Tuhan tidak membutuhkan kalimat yang indah. Barangkali, yang Ia kehendaki hanyalah hati yang jujur. Secangkir kopi mungkin akan habis dalam beberapa teguk. Malam pun akan berganti pagi. Tetapi percakapan dengan Tuhan semestinya meninggalkan sesuatu: ketenangan untuk menerima yang tak bisa diubah, keberanian untuk memperbaiki yang masih bisa diperjuangkan, dan keyakinan bahwa kita tidak pernah benar-benar berjalan sendirian.
Penulis : Imam Adibi
Harga : Rp. 35.000,-
ISBN : Dalam Proses

Tidak ada komentar:
Posting Komentar